Minggu, 29 Maret 2015

Ngomongin PK : Film India pada Umumnya

Diposting oleh nana di 3/29/2015 06:49:00 PM
Sebenernya udah telat banget sih ngomongin film ini. Tapi apa daya baru sempet nontonnya beberapa hari lalu. Setelah dapet pinjeman hard disk temen yang isinya sealagambreng. Setelah sempet tertunda bikin review tentang film ini gegara fenomena rapor merah Jokowi, akhirnya ketemu pacar (baca: Free wifi) lagi, dan akhirnya bisa bersua kembali dengan blog saya tercinta yang masih sepi-sepi aja ini.

Jadi ini film saya udah denger slentingannya dari 2014 kemaren. Waktu saya masih merantau di Jawa Timur paling timur itu. Pertama denger atau liat apalah tentang ini film langsung tertarik aja. Kenapa? Pertama, judulnya bikin nebak-nebak, PK apaan sih? Kedua, Yang maen Aamir Khan. Inget kan film 3 Idiots? itu briliant banget dan berhasil bikin saya nontonin itu film sampe nggak keitung berapa kali. Pernah denger Taare Zaamen Par? Itu juga sukses bikin banjir airmata temans. (Alah emang dasar saya yang cengeng). Dan masih banyak fil Aamir Khan lainnya yang saya suka. Dia keren. Dan yang Ketiga, well, karena memang saya cinta film India.

Seperti kebanyakan film India a.k.a Bollywood pada umumnya, ini film ada nyanyi-narinya, ada kisah cintanya, ada khayalnya. Kenapa kok saya nafsu banget bikin review tentang film ini? Jadi ini film menarik banget. Kenapa?
  1. Ini film bahas tentang isu yang paling sensitif. Agama a.k.a kepercayaan. Yaps. Film beginian sudah pasti mengundang pro kontra.Saya suka film yang bahas isu beginian. apalagi cara ngemasnya pas. Kalau dari Indonesia, yang pas banget bahasnya tentang isu ini tuh film cin(T)a sama 3 Hati 2 Dunia 1Cinta. Entah kenapa saya suka film yang abhas tentang agama atau kepercayaan. Tapi menurut saya agama itu beda dengan kepercayaan. Agama manusia yang menciptakan. Sedangkan kepercayaan yang sebenar-benarnya ada di dalam hati manusia. Orang yang beragama belum tentu mempunyai "percaya" itu. Ah muter-muter. Saya ya gini, kalau terlalu excited terhadap sesuatu suka bingun mengungkapkan. Halahhhh. Agama dan kepercayaan disini dilihat dari sudut pandang orang yang bingung akan Tuhan. Kenapa begitu banyak Tuhan dan semuanya benar. Semua agama mengajarkan Tuhan ada satu. Dengan sekian banyaknya agama, Tuhan mana yang paling benar? ditambah istilah "wrong number" yang menggelitik. Menurut saya, film ini tuh bikin sadar, bahwa kita tidak harus serta merta apalah menerima apa yang pemuka agama katakan. Nggak ada yang salah dengan semua agama. Semua mengajarkan kebaikan. Kalau amsih ada yang ngerasa paling bener, itu malah salah sih menurut saya. Bukankah Tuhan saja mengatakan "Lakum Diinukum Wa liya Diin" hihi. Kepercayaan yang paling benar ada dalam hati kita. Kita tahu yang terbaik. Duhh berat temans.
  2. Dikemasnya ringan. Iya ringan banget. Isu perbedaan kepercayaan dibahasnya secara ringan. Fenomena "mobil bergoyang" dibahas ringan. dibikin lucu malah. Adat atau ritual keagamaan yang "nggak masuk akal" disentil ringan. Ringan deh pokoknya. 
  3. Pemainnya total. Saya dibuat tercengang dengan adegan pertamanya. Aamir Khan telanjang temans. bayangin! Eh jangan ding. Itu yang pertama. Kemampuan akting Om Aamir ini memang nggak perlu diragukan. Kalau masih ada yang meragukan, sini hadapi saya. Hampir di semua adegan, matanya melotot temans. Kan ceritanya dia alien, jadi ya gitu. Ah pokoknya gitu. Selain Aamir Khan, akting yang lain juga keren loh. Natural dan berhasil banget memerankan karakter masing-masing. Saya pernah liat akting pemain lain di fil lain, dan itu karakter yang berbeda.
  4. Kekinian. India identik dengan adat yang agak kuno sih ya menurut saya. Maap-maap kalau salah. Tapi pengemasan film ini modern banget. Saya menilai ini dari adanya kissing scene yang dilakukan mba Anushka Sharma dengan si Safaraaz (nggak tau siapa nama aslinya). Bukannya yadong ya, tapi itu kan salah satu moment yang nggak boleh dilewatkan.. ciee. Sudah cukup. Tokoh utama perempuannya rambutnya pendek. Ini beda banget sama film-film India yang sudah-sudah kan?!. Dan lagi mengusung alien sebagai tokoh utama itu saya suka (jadi inget Do Min Joon, dia lagi apa ya?) Emmm itu dulu sih ya.
  5. "Kebetulan"nya asik. Saya suka cerita yang mengandung unsur "kebetulan". Kebetulan yang tidak asal kebetulan. Masih inget banget film Kaho Naa Pyaar Hai berabad-abad yang lalu. Tokoh utama prianya mati dan secara kebetulan punya "kembaran" yang 100% sama dengan yang mati tadi. Bukan kebetulan macam itu yang saya maksud temans. Lagi lagi saya harus memberikan contoh film Perahu Kertas. Inget pas Kugy mau pulang ke Jakarta tiba-tiba Keenan ternyata juga duduk di kursi kereta yang sama? Atau pas keduanya ketemu di nikahan temen lama mereka? lagi ketika si ganteng Remi mengungkapkan kalau dia pengin jadi Pelukis dan seketika itu Kugy inget Keenan. Ah masih banyak lagi. Itu kan kebetukan. tapi ada yang melandasi kebetulan itu di scene sebelumnya. yang itu bikin kita nggak nyangka bahwa kejadian itu bakal ada hubungannya di scene lain. Ah pokonya gitu. Nah, di film PK ini, "kebetulan" yang indah itu terjadi. Kita bakal dibuat melupakan detail ketika tokoh cewe (Anushka) ketika dia ditinggalkan si Safaraaz dan membuat kita berfikir kalau yasudahlah, cerita mereka memang mungkin hanya pengantar, karena memang tampilnya di awal banget, dan nggak ada nyambung-nyambungnya sama si PK. Tapi ternyata temans, itu dibahas di akhir film. Ah halus sekalu efek "kebetulan"nya. Sebernya masih banyak "kebetulan" yang terjadi yang dikemas halus. Tapi itu saja? Mau tau liat aja sendiri filmnya.
  6. Endingnya nggak "Happy Ending". Emmm.. nggak sepenuhnya sad ending sih. Jadi kita udah hafal banget sama fil india kalau tokoh utama pria bakal bersama tokoh utama wanita dan mereka akan saling mencintai dan hidup bahagia selamanya. HHaaa itu dongeng banget. Jadi endingnya si pemeran utama cowok nggak bersatu dengan pemeran utama cewek. Ya iyalah, secara dia alien, dan memang harus kembali ke planet asalnya. 
Yang saya nggak terlalu suka sama ini film tuh satu, yang menurut saya ganggu banget.  Rambut Anushka yang pendek. Emmm ganggu aja. Meskipun dia melakukan perannya dengan baik, tetep ganggu aja tuh rambut pendeknya. Yang saya suka lagi adalah openingnya. Ini film di awali dengan pemandangan semesta alam dan monolog tentang alam jagad raya ini yang saya sebernernya juga berpikiran yang sama. Bahwa di alam semesta ini terdapat lebih dari satu galaxy. Karena satu galaxy saja segini gedhe, dan hampir mustahil menjelajahinya. Maka memang mungkin ada kehidupan serupa di galaxy lain. I love this.

Hmmm... itu dulu deh. Kalau penasaran liat aja sendiri. Kalau pengen tau kenapa kok judulnya PK, apa itu PK, liat aja sendiri filmnya. Di download juga udah bisa. Nonton online juga bisa? Mau linknya? Cari aja sendiri. :P

Ini loh penampakannya film PK:

0 komentar:

Posting Komentar

 

GOLONGAN DARAH AB Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review